Berita

Asdep 1/V Kamtibmas Melaksanakan Kunjungan dalam rangka Deteksi Dini Potensi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Kab. Kapuas Hulu

Asdep 1/V Kamtibmas Melaksakanan Tinjauan Langsung terhadap Penanaman dan Pengolahan Kratom di Kab. Kapuas Hulu
#KemenkoPolhukam #Kamtibmas

KAMTIBMAS – Asdep 1/V Kamtibmas, Kapuas Hulu – Asisten Deputi I/V Kamtibmas Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Brigjen TNI Gamal Haryo Putro bersama stafnya melakukan kunjungan kerja, ke Kabupaten Kapuas Hulu, untuk meninjau langsung pabrik daun kratom (Purik) miliknya pengusaha Kratom di Kecamatan Kalis yaitu Hamid, Selasa (13/8/2019).

Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir SH – Antonius L Ain Pamero SH beserta Forkompinda Kapuas Hulu, ikut serta dalam mendampingi rombongan dari Deputi I/V Kamtibmas Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan tersebut.

Brigjen TNI Gamal Haryo Putro langsung berdialog ke pemilik pabrik daun kratom yaitu Hamid, yang juga seorang PNS dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Serta berdialog dengan petani daun kratom yang ada di Kecamatan Kalis.

Dalam dialog tersebut, Gamal Haryo Putro menanyakan langsung ke pemilik pabrik daun kratom, sudah tahukah bahayanya dari daun kratom itu sendiri.

Hamid menjelaskan, sudah mengetahui hal tersebut tapi dirinya minta ada keadilan dalam rencana larangan daun kratom.

“Pada dasarnya kami mengikuti aturan dari Pemerintah itu sendiri. Tapi diharapkan ada aturan yang tidak menghentikan secara langsung, karena kasihan juga masyarakat,” ujarnya dihadapan Brigjen TNI Gamal Haryo Putro.

Menurut Hamid, selama ini belum ada masyarakat Kapuas Hulu yang meninggal dunia karena dua kratom tersebut. “Hanya saja ada kejadian insiden di Kecamatan Jongkong pekerja terkena mesin untuk mengolah daun kratom,” ungkapnya.

Asdep 1/V Kamtibmas Melaksanakan Tinjauan Langsung terhadap Penanaman dan Pengolahan Kratom di Kab. Kapuas Hulu

Asdep 1/V Kamtibmas Melaksanakan Tinjauan Langsung terhadap Penanaman dan Pengolahan Kratom di Kab. Kapuas Hulu

Terus Brigjen TNI Gamal Haryo Putro menjelaskan, yang menyatakan kalau daun kratom itu berbahaya adalah hasil dari laboratorium BNN. Dimana hal tersebut sudah disampaikan atau sosialisasi ke pemerintah kabupaten atau kota, pada saat rapat di Jakarta waktu itu.

“Jadi saya datang kesini bukan yang mengalami keputusan, dan nanti akan dibahas bersama dengan seluruh pihak terkait masalah daun kratom ini, semoga ada solusi yang terbaik,” ucapnya.

Selain itu juga jelas Gamal Haryo Putro, bahayanya daun kratom tidak semerta-merta langsung terkena efeknya, tapi memakan waktu yang cukup panjang.

“Maka dari itu mungkin BNN melarang bagi masyarakat untuk mengolah daun kratom tersebut,” ungkapnya.

Sumber:  tribunpontianak.co.id
Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel