BeritaPenanganan Kejahatan Konvensional dan Kejahatan Terhadap Kekayaan Negara

Deputi V Kamtibmas Laksanakan Rapat Koordinasi pengendalian tingkat kriminalitas dan pencapaian indeks kamtibmas tahun 2022 di Provinsi Sumatera Utara

By 24 Maret 2022April 23rd, 2022Tidak ada komentar
Deputi V Kamtibmas Laksanakan Rapat Koordinasi pengendalian tingkat kriminalitas dan pencapaian indeks kamtibmas tahun 2022 di Provinsi Sumatera Utara
#KemenkoPolhukam #Kamtibmas

Deputi V Kamtibmas Laksanakan Rapat Koordinasi pengendalian tingkat kriminalitas dan pencapaian indeks kamtibmas tahun 2022 di Provinsi Sumatera Utara

Provinsi Sumatera Utara menjadi daerah dengan tingkat kriminalitas tertinggi di seluruh Indonesia. Terdapat sejumlah 30.108 kasus yang terjadi di wilayah Hukum Provinsi Sumatera Utara sepanjang tahun 2021. Adapun sejumlah 21.464 kasus telah ditangani sampai dengan selesai. Jumlah kasus tindak pidana di Polda sumut lima kali lebih banyak dibandingkan jumlah rata-rata (7.859) kasus per satker di Indonesia pada tahun 2021.
Irjen Pol Armed Wijaya memimpin langsung pelaksanaan Rapat Koordinasi pengendalian tingkat kriminalitas dan pencapaian indeks kamtibmas tahun 2022 di Provinsi Sumatera Utara. Kemenko Polhukam dalam hal fungsi koordinasi terus mendorong upaya pengendalian tingkat kriminalitas dan pencapaian target indeks kamtibmas khususnya di di Provinsi Sumatera Utara. Kemenko Polhukam menekankan bahwa koordinasi antar semua stakeholder di wilayah dalam rangka menekan tindak kriminal sangat menentukan dan menjadi kunci yang utama.

“Tingkat kriminalitas agar menjadi perhatian kita sehingga tidak mengalami peningkatan. Untuk pendataan dapat didiskusikan untuk mencari solusinya yang efektif dan efisien. Selain kejahatan konvensional dan transnasional juga terjadi kasus-kasus luar biasa. Diharapkan dalam rapat koordinasi ini rekan-rekan bisa menyampaikan permasalahan-permasalahan yang ada dan nantinya kita akan kita cari solusinya secara nasional” Ujar Deputi V Kamtibmas disela pembukaan rapat.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menyampaikan “Terdapat sejumlah 30.108 kasus yang terjadi di wilayah Hukum Provinsi Sumatera Utara sepanjang tahun 2021. Adapun sejumlah 21.464 kasus telah ditangani sampai dengan selesai. Adapun Kejahatan tertinggi adalah tindak pidana narkotika. Kasus-kasus lain yang banyak terjadi menyangkut kejahatan konvensional. Kasus-kasus tersebut dapat diselesaikan dengan kerja sama dengan seluruh stakeholder”.

Baca juga:  Brigjen TNI. Sujono Memimpin Rapat Gerakan Indonesia Tertib Protokol Kesehatan Dan Pemantauan Kesiapan Venue PON XX Di Timika Papua

Deputi V Kamtibmas Laksanakan Rapat Koordinasi pengendalian tingkat kriminalitas dan pencapaian indeks kamtibmas tahun 2022 di Provinsi Sumatera Utara

Hal yang paling penting adalah salah satu tindakan yang dilakukan dalam penanganan kasus-kasus diupayakan dengan restorative justice. Pada tahun 2021, Polda Sumatera Utara adalah Polda dengan jumlah terbanyak melakukan penanganan kasus secara restorative justice, yakni sejumlah 3.339 kasus.
Hadir dalam kegiatan Brigjen Pol Asep Jenal Ahmadi selaku Asisten Deputi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kejahatan Terhadap kekayaan Negara menegaskan bahwa target penanganan tingkat kriminalitas tahun 2022 per 100.000 penduduk adalah sebanyak 112. Kemenko Polhukam terus melaksanakan fungsi koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian dalam upaya mendorong tercapainya agenda prioritas nasional yang telah diupayakan oleh pemerintah serta situasi keamanan dan ketertiban nasional. Kehadiran Kemenko Polhukam di Provinsi Sumatera Utara, bukanlah melaksanakan evaluasi kerja, namun lebih mendorong kearah sinkronisasi program serta mendorong capaian pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel